Sebuah blog yang berisikan tentang perjalanan wisata sejarah dan perjalanan kehidupan

Kamis, 19 Oktober 2023

Dua Alasan Saya Lama Tak Update Blog Pribadi


 

https://indiacsr.in/


Apa yang membuat Emak lama tidak update blog?

Sebuah pertanyaan yang menjadi tema hari pertama event KEB jelang Hari Blogger pada 27 Oktober besok. Tema ini cukup menggelitik, karena pasti banyak sekali para blogger yang akhirnya punya alasan masing-masing kenapa mulai jarang mengisi blog pribadinya.

Anyways, karena saya ingin tiap tulisan dalam blog ini dibaca oleh semua kalangan, mungkin saya awali dulu dengan definisi dari Blog, Blogging dan Blogger, ya?

Blog adalah sebuah laman daring yang dibuat untuk mewadahi kumpulan konten daring yang dapat diakses oleh orang lain. Meskipun beragam, pada umumnya, konten yang termuat dalam blog berupa tulisan. Tulisan tersebut dapat berupa cerita, opini, informasi, dan juga karya karya lainnya. (sumber : mediaindonesia.com)

Blogging adalah aktivitas mengelola blog, seperti menulis, memperbarui, atau menambahkan elemen lainnya (misalnya video) pada konten blog yang dilakukan oleh seorang blogger. (sumber : hostinger.co.id)

Blogger adalah individu yang suka berbagi bagian dari kehidupannya dengan menulis sebuah tulisan yang kemudian diposting dalam blog mereka.(sumber : https://www.merdeka.com/)

Masing-masing orang punya alasan tersendiri mengapa suka dengan kegiatan blogging, termasuk saya. Bagi saya, menulis itu :

·       Memberi informasi,

·       Membuka ruang diskusi

·       Wadah promosi

·       Wadah curhat

·       Meninggalkan jejak literasi untuk orang-orang terkasih saat nanti saya sudah tiada

Siapa pun bisa menjadi seorang blogger. Tanpa ijazah atau banyak pengalaman lebih dulu, yang terpenting dari semuanya adalah kita suka menulis. Titik. Kekuatan dari seorang blogger adalah tulisan itu sendiri. Sehingga yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa meramu tulisan agar sedap dibaca, bukan begitu ibu-ibu?

Ada 2 karakter penulis yang menulis di laman daring, ini versi saya, loh, yakni:

1.       Penulis yang tidak butuh pembaca

2.       Penulis yang butuh pembaca

 

Jika kembali pada poin-poin yang menjadi alasan saya menulis, saya masuk dalam penulis kategori ke dua, yakni, seorang blogger yang membutuhkan hadirnya pembaca. Terlebih jika pembaca tersebut sampai meninggalkan feed back berupa komentar. Sekalipun komentarnya sekadar, “Mbak Ajeng, sehat?” itu saja saya sudah girang bukan main. Kenapa? Ya, karena mereka punya keinginan untuk membuka laman tulisan saya. Banyak kok yang sangat malas membuka link tulisan, mungkin karena judulnya tidak menarik, mungkin juga karena memang tidak suka baca, dan alasan terakhir ya mungkin karena sentimen sama penulisnya,πŸ˜†

Munculnya kehadiran pembaca dalam tiap tulisan saya seperti memberikan semangat tambahan agar saya tetap konsisten menulis, membahas hal-hal baru, memberikan opini pada isu yang sedang bergulir di masyarakat, dan lain sebagainya. Saya merasa tulisan-tulisan saya itu ditunggu. Saya merasa dibutuhkan, walaupun mungkin itu hanya perasaan saya sendiri. Komentar yang ditinggalkan pun isinya beragam. Ada yang mendukung, pun ada yang berseberangan.

Sejak 2011 saya mulai aktif menulis. Namun, saat itu saya belum punya blog pribadi. Saya masih menggilai menulis di sebuah platform menulis online. Tapi justru dari sana akhirnya saya mulai kenal dengan teman-teman blogger yang ternyata punya blog pribadi. Saya mulai menjejaki tulisan-tulisan mereka di blog-nya. Saya akhirnya tertarik untuk membuat blog pribadi juga. Awalnya belum punya ide mau menulis apa, saya malah lebih sibuk gonta-ganti template kayak anak SD dapat mainan baru. Bolak balik ganti nama blog, sampai dulu blog saya pakai backsound, biar apa? Biar norak, dong. πŸ˜πŸ˜…

Namun, sayangnya, saya masih belum tertarik untuk mengisi blog pribadi. Saya masih belum bisa move on dari blog keroyokan yang lama. Saya justru makin semangat menulis di sana, terhitung sudah 337 tulisan yang saya buat, itu pun sempat terjeda kurang lebih 4  tahun karena saya sibuk bekerja dan mengurus anak.

Apa sebab?

Ya, karena saya sudah punya pembaca yang rutin berkunjung ke tulisan saya. Walaupun mereka tidak meninggalkan komentar, tapi ada fitur yang disediakan untuk memberikan label reaksi pada tulisan tiap blogger di sana. Semacam absensilah, yang menandakan mereka sudah hadir walaupun nggak baca sampai habis. Hal itu cukup membuat mood saya tetap stabil dalam menulis dan memikirkan ide-ide selanjutnya. Bahkan ide itu bisa muncul dari isi komentar mereka.

Sedemikian pentingnya sosok pembaca buat saya, seakan hidup matinya blog saya ada di tangan pembaca, hehhee.

Jadi, alasan pertama kenapa saya lama tidak update blog karena minimnya jumlah pembaca yang masuk di blog saya.

Alasan kedua adalah munculnya writer’s block. Yakni, suatu kondisi ketika penulis tidak dapat menuliskan apa pun. Ini bukan isapan jempol semata. Saya benar-benar pernah mengalami ini, saat sedang sibuk-sibuknya mengawali hidup sebagai istri dan ibu dari 1 orang anak. Saya tidak punya banyak waktu untuk membaca, buka medsos, sampai jalan-jalan. Padahal ketiga hal tersebut cukup berpengaruh pada ide-ide menulis saya selama ini.

Jangan dikira, belasan tahun menulis kemudian hiatus hanya 1-2 bulan tidak berpengaruh pada kemampuan menulis, lho. Salah besar! Masih ingat, kan, bunyi salah satu pepatah, “kemarau setahun dihapus hujan sehari”? Ingat pepatahnya tapi lupa artinya, ya? Eh, gimana? Hahaha.

Itulah yang terjadi. Bahkan untuk menulis 1 paragraf saja harus bolak balik ketik-hapus-ketik-hapus. Rasanya kurang di sini, kurang di sana. Sampai salah penempatan tanda baca saja bisa bikin mood menulis saya hilang. Ditambah lagi, melihat blog teman-teman yang sudah pakai domain TLD sementara saya masih menggunakan embel-embel blog gratisan.

Bukan hanya rasa malas yang muncul jika dalam kondisi writer’s block,kondisi diperparah dengan sibuk menyalahkan diri sendiri. Seakan ada suara dalam hati “Kenapa sih nggak tetap nulis aja? Kan bisa disambi ini-itu.” Oh, tidak semudah itu, Marisol. Saat itu saya memang benar-benar tidak punya waktu dan mood untuk menulis. Saya lagi senang-senangnya memperhatikan anak pertama saya, lagi senang belajar masak, dan semua yang berbau rutinitas ibu rumah tangga.

Akhirnya, bukan malah mengejar ketinggalan itu, saya justru makin masuk ke dalam lingkaran writer’s blog lebih dalam lagi.

Padahal, jika saya mau berdamai dengan itu semua, bisa saja saya berpikir, itu kan blog pribadi saya, suka-suka saya mau menulis apa, kalau ada yang mau baca ya sukur, kalau enggak ya udah. Toh, saya nggak memaksa. Tapi rasanya, saya nggak bisa menerapkan itu dalam pola pikir saya. Saya nggak bisa asal-asalan menulis, karena kembali lagi, saya ini punya alasan kenapa saya mau menulis dan saya harus menulis.

Dan, akhirnya, setelah sekian lama, saya pun kembali mengisi blog pribadi saya, di tahun 2019. Walaupun masih belum rutin, tapi tahun ini saya sedang belajar untuk lebih konsisten dan sedang menabung untuk naik level agar bisa menggunakan domain TLD. Doain saya ya, Maks.

 

 Salam sayang,
Ajeng Leodita





4 komentar:

  1. Kasih backsound biar norak 🀣🀣🀣🀣. Langsung ngakak aku mba πŸ˜…. Tapi memang looh dulu banyaaak yg pakein lagu di blognya. Aku sih sebenernya ga masalah yaa. Cuma kadang suka kaget, apalagi kalo lagunya mendadak dangdut, dan volume hp lagi lucu2nya 🀣🀣. Kan jadi gimana gitu hahahahha.

    MOOD, ini masalahku jugaaaa mba Ajeng πŸ˜‚. Zaman akh msh kerja, alasan yg aku pake ga as waktu Krn kantoran dari pagi buta Ampe malam. Udah males ceritanya.

    Nah skr udh resign, mana bisa pake alasan ituπŸ˜…. Yg tersisa mood. Padahal blogku kan Niche nya spesifik, kuliner dan traveling. Yg mana aku rutin traveling Ampe skr. Draft tulisan ga usah tanya, buanyaaaak yg masih kesimpen di draft, blm publish juga.

    Tapi Krn mood ga ada, makanya males2an 😁

    Tapi skr aku agak membaik nih mba, at least udh bisa seminggu sekali. Drpd ga samasekali kan 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kan Mbak biar norak, dan aku baru sadar beberapa tahun kemudian. Untungnya blm banyak tulisan di sana. Pernah bgt se-alay itu wkwkkwkw.


      Eh, tapi aku liat mba Fan memang aktif juga blog-nya lohhh... Mbak Fan itu salah satu inspiratorku pas kmrin coba lg aktif di KEB. Kerennn oiii pokoknya. Jangan males2 ya mbak, nanti aku ikut2an. Aku suka gitu orangnya.

      wkkwkwkwkwkw
      Salam sayang, Mba Fan.

      Hapus
  2. Aamiin. Moga blognya bisa TDL, ya, Mbak.

    BalasHapus